PADANG – Himpunan kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sumatera Barat kembali bangkit, setelah sekian lama hening tak terdengar. Pengurus DPC dari 19 daerah se-Sumatera Barat akan dikukuhkan Selasa, 1 September mendatang.
Riko Andrian Putra, Ketua Panitia Pelantikan DPC HKTI dan Musyawarah Daerah Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI Sumbar) kepada wartawan, Minggu (30/8/2026) menyebut, Ketua, Sekretaris dan Bendaharan Dewan Pimpinan Cabang Kabupaten Kota Se Sumatera Barat periode 2026-2031 sudah menyatakan siap hadir pada agenda pengukuhan sebagai pengurus DPC HKTI pada Selasa, 1 September 2026 ini.

“Sesuai rencana, pelantikan dilakukan di Aula Kantor Gubernur oleh Ketua Harian DPN HKTI, Prof. Andi Muhammad Syakir mewakil Ketuam Umum DR. Sudaryono,” jelas Riko kepada wartawan.
Sebelum prosesi pelantikan dan penyerahan SK masing masing DPC, akan dilaksanakan orientasi tentang sejarah dan keorganisasian HKTI oleh Ketua Harian dan Wakil Ketua Umum Bidang OKK DR. Sonny Soerojo Junior, SP. M.Si. “Tujuan orientasi ini agar lebih mengenalkan dan penguatan pemahaman kader tentang visi misi dan karakter perjuangan HKTI secara luas,” tukas dosen muda ini.
Selanjutnya papar master komputer ini, setelah pelantikan kemudian dilaksanakan Musyawarah Daerah untuk pemilihan Ketua DPD HKTI Provinsi Sumatera Barat, pesertanya langsung KSB DPC yang baru dikukuhkan DPN.
“Selaku Ketua Panitia Pelaksana, semua perencanaan agenda ini sudah rampung 100%. Undangan sudah kita sampaikan kepada seluruh DPC, termasuk kepada undangan mewakili para tokoh, akademisi, pemerhati dan praktisi pertanian di Sumbar. Jika tidak ada aral melintang, Bapak Gubernur atau Wakil Gubernur ikut menghadiri,” jelas pakar koperasi ini.
Alumni Unand Sambut Baik
Ketua Ikatan Alumni Pertanian Universitas Andalas, Zola Pandu diminta pandangannya terhadap keberadaan HKTI di Sumbar mengaku sangat antusias dan berharap kebaradaan organisasi yang berkecimpung di sektor pertanian ini benar benar bisa berdampak dan memberikan manfaat terhadap pembangunan sektor pertanian di Sumbar.
“Saya sih bahagia bila di daerah kita ini semakin banyak organisasi organisasi yang konsen di bidang pertanian, apalagi organisasi HKTI yang yang selama ini saya ketahui cukup pro terhadap pensejahteraan petani, baik dari tataran dorongan kebijakan kepada pemerintah maupun melalui program dan kegiatan yang langsung ke masyarakat pertanian. Melalui kepengurusan HKTI yang baru ini saya harap bisa bersinergis dan berkolaborasi dengan segenap stakholders, terutama dengan para akademisi dan alumni pertanian,” harapnya.
Sebab, kata Zola Pandu, potensi pertanian Sumbar sesungguhnya cuukup besar, kedepan perlu ada strategi yang berkelanjutan untuk peningkatan kapasitas produksi holtikultura juga komoditas unggulan kita seperti kopi, kakao, aren, tebu dan gambir.
“Konsep pertanian modern dan mandiri berbasis teknologi seperti smart farming menurut saya adalah suatu keniscayaan untuk diterapkan saat ini. Termasuk bagaimana upaya melakukan regenerasi petani, mesti ada upaya fasilitasi munculnya petani petani muda Sumbar. Saya berharap HKTI memiliki peran melahirkan petani petani muda Sumbar,” harapnya.







Komentar