Padang,-Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman menyoroti tantangan daya saing beras Indonesia di pasar global di tengah melimpahnya stok beras nasional.
Ia menyebutkan, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog per 22 Desember 2025 telah mencapai 3,5 juta ton, ini merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah.
“Jika produktivitas panen terus meningkat sementara konsumsi tetap, maka kita harus memikirkan ke mana stok cadangan beras itu akan diarahkan,” ujar Alex saat bertemu penyuluh pertanian se-Sumatera Barat di Padang pada Sabtu 7 Maret 2026.
Menurut dia, beras Indonesia masih sulit bersaing di pasar global karena harga jualnya relatif lebih tinggi dibandingkan negara lain.
Alex mencontohkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijual sekitar Rp12.500 per kilogram dengan kadar patahan 25–40 persen. Sementara itu, beras dari Vietnam dijual sekitar Rp10.000 per kilogram dengan kadar patahan sekitar 5 persen.
Alex juga menyinggung peran penting penyuluh pertanian dalam meningkatkan produksi pangan nasional. Saat ini jumlah penyuluh pertanian di Indonesia mencapai lebih dari 38 ribu orang.
Pada 2026, pemerintah merencanakan bantuan kendaraan operasional berupa sepeda motor bagi penyuluh, meskipun jumlahnya baru sekitar 10.000 unit.
“Menyejahterakan petani tidak mungkin terwujud jika penyuluhnya tidak ikut sejahtera,” kata Alex.
Ia juga menyatakan akan memperjuangkan agar penyuluh hama dapat diangkat sebagai pegawai pemerintah pusat, mengikuti status penyuluh pertanian yang telah diwujudkan sebelumnya. (Romelt)







