Pemko Bukittinggi Perkuat Wajah Kota, Kawasan Jam Gadang Disulap Makin Nyaman

Pemko Bukittinggi Perkuat Wajah Kota, Kawasan Jam Gadang Disulap Makin Nyaman

Pemerintah Kota Bukittinggi terus menunjukkan komitmennya menghadirkan wajah kota yang semakin nyaman, tertata dan menarik bagi masyarakat maupun wisatawan melalui penataan sejumlah kawasan strategis, salah satunya kawasan ikonik Jam Gadang.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemko Bukittinggi mulai melakukan pembenahan kawasan dengan mengubah permukaan jalan dari aspal menjadi concrete block pavement atau konblok.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Pemko Bukittinggi dalam memperkuat kualitas ruang publik sekaligus mendukung kota sebagai destinasi wisata yang semakin nyaman, indah dan ramah bagi pejalan kaki.

Kepala Dinas PUPR Kota Bukittinggi, Rahmat AE, mengatakan penataan kawasan Jam Gadang menjadi prioritas karena kawasan tersebut merupakan salah satu pusat aktivitas wisata dan ruang publik masyarakat.

“Jadi kita sekarang benah itu di kawasan Jam Gadang diutamakan, dimana dimulailah untuk penggantian jalan aspal itu menjadi konblok dari Jalan Minangkabau sampai ke ujung Simpang Raya depan Jam Gadang,” kata Rahmat.

Penggunaan konblok tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan tampilan kawasan, tetapi juga menjadi bagian dari konsep penataan ruang wisata yang lebih memperhatikan kenyamanan dan lingkungan.

Pemko Bukittinggi melalui Dinas PUPR mengembangkan kawasan dengan pendekatan ruang terbuka yang mendukung aktivitas masyarakat, sekaligus memberikan karakter visual yang lebih sesuai dengan kawasan wisata dan heritage.

“Jadi kita akan menciptakan ruang wisata yang ramah lingkungan. Karena aspal itu kan ada efek panas, kalau konblok dia menyerap panas,” ujarnya.

Penataan juga diarahkan untuk mengembalikan fungsi ruang publik sebagai tempat masyarakat berjalan kaki, bersantai dan menikmati suasana pusat kota.

Di Jalan Minangkabau, Pemko Bukittinggi menyiapkan fasilitas pedestrian, kursi dan elemen taman sehingga kawasan tersebut nantinya memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi pejalan kaki.

“Nanti di Jalan Minangkabau kita akan pasangkan juga kursi, ada pedestrian, dan juga ada elemen taman, dan di situ tidak ada lagi parkir,” jelasnya.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemko Bukittinggi menciptakan kawasan pusat kota yang lebih teratur dengan mengutamakan kenyamanan pejalan kaki.

Dengan penataan tersebut, kawasan Jam Gadang diharapkan tidak hanya menjadi tempat kunjungan wisata, tetapi juga ruang publik yang semakin hidup dan nyaman dinikmati masyarakat.

Langkah pembenahan wajah kota juga sejalan dengan visi Pemko Bukittinggi untuk terus meningkatkan daya tarik kota sebagai destinasi wisata.

“Dimana kita berupaya untuk menciptakan, meningkatkan Kota Bukittinggi sebagai kota tujuan wisata dan berdampak juga nanti kunjungan wisata itu meningkat,” kata Rahmat.

Tak hanya kawasan Jam Gadang, Pemko Bukittinggi juga menyiapkan pembenahan pada sejumlah koridor strategis sebagai bagian dari penataan kota secara terpadu.

Penataan tersebut mencakup Jalan Sudirman, Jalan Perwira hingga kawasan Belakang Balok dengan konsep yang mengedepankan pedestrian, estetika kawasan, penghijauan dan fasilitas ruang publik.

Di Jalan Perwira, misalnya, pedestrian sisi kanan akan diperlebar menggunakan material batu alam andesit serta dilengkapi gerbang kawasan, lampu taman artistik dan bangku.

Pemko juga menyiapkan penataan vegetasi dengan mengganti sejumlah pohon dengan jenis Tabebuya sehingga kawasan memiliki lanskap yang lebih tertata dan menarik.

Sementara di kawasan Belakang Balok, pedestrian direncanakan memiliki lebar sekitar lima meter, dilengkapi penutup saluran drainase menggunakan plat beton bertulang, material batu alam andesit, bangku dan lampu taman.

Keseluruhan program tersebut merupakan bagian dari pengembangan infrastruktur perkotaan terpadu melalui Integrated City Planning (ICP).

Bukittinggi menjadi salah satu dari 10 kota prioritas atau pilot project nasional dalam program tersebut yang diinisiasi pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan menjadi bagian dari National Urban Development Project (NUDP).

Bagi Pemko Bukittinggi, pembangunan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan fungsi jalan dan pedestrian, tetapi juga bagaimana ruang kota mampu memberikan kenyamanan sekaligus memperkuat identitas Bukittinggi sebagai kota wisata dan heritage.

Penataan kawasan pusat kota diharapkan memberikan dampak positif terhadap aktivitas masyarakat, pelaku usaha dan sektor pariwisata melalui terciptanya lingkungan kota yang semakin tertata.

Kawasan yang nyaman bagi pejalan kaki juga membuka ruang interaksi publik yang lebih baik sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan yang datang menikmati pusat Kota Bukittinggi.

Pengerjaan penataan kawasan Jam Gadang ditargetkan berlangsung selama empat bulan dan rampung pada pertengahan Desember 2026.

Melalui program penataan wajah kota tersebut, Pemko Bukittinggi terus menghadirkan pembenahan secara bertahap untuk menjadikan pusat kota semakin nyaman, estetis, tertib dan memiliki daya tarik wisata yang kuat.***

Komentar