Menyatukan Potensi Ranah dan Rantau Rang Pasisia untuk Pembangunan di Era Digital

banner 468x60

Oleh : Ketua Dewas DPP PKPS*

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan
Keluarga Pesisir Selatan (DPP-PKPS) merupakan momentum bersejarah dalam perjalanan organisasi untuk memperkuat kelembagaan, mempererat persaudaraan,
serta merumuskan arah pengabdian yang lebih terukur bagi masyarakat Pesisir Selatan di mana pun berada.

banner 336x280

Mengusung tema “Integrasi Potensi Ranah–Rantau dalam Pembangunan
Kabupaten Pesisir Selatan,” Rakernas I menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak dapat dibangun hanya dengan mengandalkan kekuatan yang ada di kampung halaman (ranah), maupun semata-mata mengandalkan potensi masyarakat di perantauan (rantau).

Kemajuan hanya akan terwujud apabila kedua kekuatan tersebut dipersatukan dalam sebuah kolaborasi yang terencana, berkelanjutan, dan saling menguatkan. Masyarakat Pessel memiliki modal sosial yang luar biasa. Di ranah
terdapat kekayaan alam, budaya, adat istiadat, sumber daya manusia, dan potensi ekonomi lokal. Di rantau tumbuh generasi-generasi yang berhasil menjadi akademisi, birokrat, profesional, pengusaha, tokoh masyarakat, politisi, maupun pemimpin di berbagai bidang.

Kedua potensi tersebut tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus diintegrasikan menjadi kekuatan kolektif untuk mempercepat pembangunan Kabupaten Pessel.
Integrasi ranah dan rantau bukan sekadar membangun hubungan emosional, tetapi membangun jejaring kolaborasi yang produktif. Organisasi harus menjadi penghubung (bridging institution) yang mempertemukan gagasan, investasi, inovasi, pengalaman, jejaring profesional, dan semangat gotong royong untuk menghasilkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam konteks itulah, Rakernas I menjadi forum strategis untuk memperkuat organisasi. Penguatan organisasi dilakukan melalui pembenahan tata kelola kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan struktur
kepengurusan dari tingkat pusat hingga daerah, digitalisasi administrasi organisasi, serta penyusunan program kerja yang terukur, adaptif, dan berorientasi pada hasil.

Rakernas juga menjadi momentum konsolidasi organisasi dalam arti yang sesungguhnya, yaitu menyatukan hati, pikiran, dan langkah seluruh keluarga Besar Pessel. Konsolidasi bukan hanya menyusun struktur organisasi, tetapi membangun rasa saling percaya, mempererat komunikasi, dan menumbuhkan rasa
memiliki terhadap organisasi sebagai rumah bersama.

Dalam semangat tersebut, Rakernas menegaskan bahwa perbedaan nomenklatur organisasi di berbagai daerah tidak perlu diperdebatkan secara berlebihan. Setiap daerah memiliki sejarah, dinamika sosial, dan kearifan lokal yang patut dihormati. Ada organisasi yang menggunakan nama Perkumpulan Keluarga
Pesisir Selatan, Ikatan Keluarga Pesisir Selatan, Himpunan/Forum Keluarga Pesisir Selatan, atau nomenklatur lainnya yang berkembang sesuai kebutuhan masyarakat
setempat.

Perbedaan nama tidak boleh menjadi penghalang persatuan. Yang jauh lebih penting adalah kesamaan tujuan, semangat kebersamaan, serta komitmen untuk mempererat silaturahmi dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Pessel. Menghormati keberagaman nomenklatur merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kearifan lokal, sekaligus cerminan kedewasaan dalam berorganisasi.

Substansi organisasi jauh lebih penting daripada simbol atau nama. DPP-PKPS harus menjadi rumah bersama yang terbuka bagi seluruh masyarakat Pessel tanpa membedakan organisasi asal, latar belakang, profesi, maupun pilihan sosial. Rumah bersama yang menghadirkan ruang dialog, ruang kolaborasi, dan ruang pengabdian untuk kepentingan yang lebih besar.

Semangat “Mengumpuakan Nan Taserak, Manjapuik Nan Tatingga” menjadi roh gerakan organisasi. Filosofi ini mengandung makna mengumpulkan kembali seluruh potensi masyarakat Pessel yang tersebar di berbagai daerah,sekaligus
merangkul mereka yang selama ini belum terlibat dalam organisasi. Tidak boleh ada lagi sekat antargenerasi, antardaerah, maupun antarorganisasi.

Semua adalah bagian dari satu keluarga besar yang memiliki tanggung jawab moral terhadap kemajuan kampung halaman.
Rakernas I juga memantapkan arah program organisasi agar lebih fokus pada kegiatan yang berdampak nyata. Program-program organisasi diarahkan pada pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan UMKM, investasi daerah, pengembangan pariwisata, pelestarian adat dan budaya, pelayanan sosial, penguatan jaringan usaha, transformasi digital organisasi, serta pembinaan generasi muda
sebagai pemimpin masa depan.

Keberhasilan integrasi potensi ranah dan rantau memerlukan kemitraan yang kuat dengan Pemkab Pessel. Oleh karena itu, DPP-PKPS menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam merumuskan gagasan, memberikan masukan kebijakan, menggerakkan partisipasi masyarakat, menarik investasi, memperluas jaringan pembangunan, serta memperkuat promosi potensi daerah di tingkat nasional maupun internasional.

Sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat di kampung halaman, dan masyarakat perantauan merupakan modal sosial yang sangat besar. Pemerintah memiliki kewenangan dan arah kebijakan, masyarakat ranah memiliki akar sosial dan budaya, sedangkan masyarakat rantau memiliki jejaring, pengalaman, kapasitas intelektual, dan akses terhadap berbagai peluang. Apabila ketiga unsur tersebut bersatu, maka pembangunan Kabupaten Pessel akan berlangsung lebih cepat, lebih inklusif, dan lebih berkelanjutan.

Rakernas I juga menandai dimulainya transformasi DPP-PKPS menjadi
organisasi yang profesional, modern, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan. Organisasi harus mampu mengikuti perkembangan zaman dengan memanfaatkan teknologi informasi, memperkuat sistem administrasi digital, memperluas jejaring nasional dan internasional, serta membangun budaya organisasi yang transparan, akuntabel, dan kolaboratif.

Pada akhirnya, tema “Integrasi Potensi Ranah–Rantau dalam Pembangunan
Kabupaten Pessel” bukan sekadar slogan Rakernas, melainkan sebuah
komitmen bersama untuk menyatukan seluruh kekuatan masyarakat Pesisir Selatan dalam satu gerakan besar pembangunan. Integrasi tersebut tidak hanya bermakna menyatukan orang, tetapi juga menyatukan ide, pengalaman, jejaring, investasi,
kepedulian, dan semangat gotong royong demi terwujudnya Kabupaten Pessel yang maju, mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.

Karena organisasi yang besar bukan diukur dari nama yang digunakan, tetapi dari kemampuannya menyatukan potensi, menjaga persaudaraan, menghormati
kearifan lokal, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

DPP-PKPS harus terus meneguhkan dirinya sebagai rumah bersama (common home) bagi seluruh masyarakat Pessel. Rumah yang terbuka bagi siapa saja, tempat setiap orang merasa dihargai, didengar, dan memiliki kesempatan yang sama
untuk berpartisipasi. Organisasi ini tidak boleh menjadi milik kelompok tertentu, melainkan menjadi ruang kebersamaan yang menyatukan seluruh potensi untuk berkarya dan mengabdi.

Basamo Mangumpuakan Nan Taserak. Basamo Manjapuik Nan Tatingga. Basamo Memperkokoh Persatuan. Basamo Maintegrasikan Potensi Ranah jo Rantau. Basamo Mambangun Kabupaten Pesisir Selatan. Basamo Mangabdi Untuak Bangsa jo Nagara.**

banner 336x280

Komentar

Berita Terkini