Bukittinggi – Yayasan Peduli Kemanusiaan Koarsa [Konco Arek Sehati] kembali menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Tahun ini Koarsa mendistribusikan 7 ekor hewan qurban sebagai bagian dari program kepedulian sosial keagamaan.
Ketua Koarsa Yv Tri Saputra menegaskan yayasan yang digagas alumni SMA 88 Bukittinggi angkatan 1988 itu konsisten menjalankan misi kemanusiaan. “Koarsa terus bergerak di jalur sosial dan keagamaan. Selain qurban, kami juga fokus bantu masa bencana berupa fasilitas publik, Dapur umum, penyaluran sembako, hingga pembangunan tempat ibadah di daerah terpencil dan minim bantuan,” ujarnya.
Hingga saat ini Koarsa tercatat telah membangun 10 mushala di berbagai wilayah Sumbar. Terbaru mushala ke-10 direncanakan di kawasan wisata Maninjau, Kabupaten Agam. Yayasan beranggotakan ±200 orang yang terdiri dari para praktisi, pengusaha dan akademisi, tersebar di berbagai daerah ini juga aktif memberikan donasi bahkan turun langsung saat distribusi bantuan pasca bencana alam.
Koarsa berkomitmen menyalurkan 100% dana donasi dan CSR langsung ke masyarakat. Biaya operasional ditanggung iuran anggota agar bantuan tepat sasaran tanpa potongan.
Moment lebaran Idul Adha tahun ini Koarsa kembali Menyalurkan 7 ekor hewan qurban kepada wilayah terdampak bencana salah satunya di daerah Malalo Tanah Datar.
Memang jumlah yang tidak besar, tapi maknanya luas. Di Sumbar yang rawan bencana seperti erupsi Marapi dan banjir, daging qurban membantu pemenuhan gizi warga terdampak. Sementara pembangunan 10 musala memberi efek jangka panjang, warga punya tempat ibadah titik kumpul darurat saat bencana.
Pola kerja Koarsa memberikan “bantuan langsung + infrastruktur” ini efektif, tepat sasaran, berdampak bagi penerima manfaat, sekaligus menghindari tumpang tindih dengan lembaga donor lainnya.
Dengan 200 anggota alumni yang tersebar, jaringan distribusi Koarsa kuat. Ini penting saat akses ke daerah bencana terputus. Komitmen “100% donasi, operasional dari iuran” juga menjaga kepercayaan publik.
distribusi qurban dan laporan penerima manfaat akan menguatkan donatur baru. Kolaborasi dengan masjid/nagari setempat juga bisa memperluas jangkauan.
Momentum Idul Adha dan persiapan 100 tahun Jam Gadang bisa jadi pengingat: pembangunan pariwisata Bukittinggi-Maninjau harus jalan bareng dengan penguatan sosial warga. Koarsa menunjukkan anak Bukittinggi bisa berkontribusi nyata untuk kampung halaman.














Komentar