Jakarta– Pemerintah memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kesejahteraan guru di seluruh Indonesia. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan berbagai kebijakan konkret telah dijalankan untuk mendukung penguatan peran tenaga pendidik, ujarnya kepada awak media, Jumat (27/2/2026).
Menurut Teddy, salah satu langkah signifikan adalah kenaikan insentif bagi guru honorer. Meski secara kewenangan berada di bawah pemerintah daerah, pemerintah pusat tetap memberikan tambahan insentif sebagai bentuk dukungan, katanya.
“Dari tahun 2005 sampai 2025, ada namanya insentif. Dan baru naik di zaman Presiden Prabowo Subianto menjadi Rp400 ribu,” ucap Teddy di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta.
Selain itu, pemerintah juga menaikkan tunjangan bagi guru non-ASN dari sebelumnya Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya sistematis pemerintah dalam memperkuat perlindungan dan penghargaan terhadap profesi guru, tuturnya.
Tak hanya menaikkan nominal, Teddy menjelaskan pemerintah turut membenahi sistem penyaluran tunjangan. Jika sebelumnya dana ditransfer ke pemerintah daerah dan diterima setiap tiga bulan, kini penyaluran dilakukan langsung ke rekening guru setiap bulan, jelasnya.
“Tahun lalu, Presiden memberi instruksi agar setiap bulan langsung diberikan ke gurunya. Dan itu sudah berjalan. Tentunya semua diwadahi oleh Kementerian Dikdasmen,” katanya.
Lebih lanjut, Teddy menegaskan seluruh program pendidikan tetap berjalan tanpa pengurangan. Pemerintah, kata dia, justru memperkuat dan memperinci pelaksanaannya agar lebih fokus kepada siswa, sekolah, dan guru.
“Tidak ada program pendidikan yang dikurangi atau tidak berjalan. Seluruhnya berjalan, dilanjutkan, bahkan ditambah. Lebih detail, lebih fokus kepada siswanya, sekolahnya, dan juga gurunya,” tandasnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam menempatkan guru sebagai garda terdepan pembangunan bangsa. Dengan kesejahteraan yang semakin baik, pemerintah berharap para pendidik dapat semakin optimal mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045, pungkasnya (Romelt)












