Enam Meriam Bambu Getarkan Alek Anak Nagari Bukittinggi 2026

banner 468x60

Menghidupkan kembali permainan tradisional, pemerintah provinsi Sumatera Barat gelar ” Alek Anak Nagari” di Bukittinggi pada sabtu 16 Mei 2026.

Pergelaran Alek Anak Nagari ditandai dengan penyulutan api meriam bambu (betung) oleh Gubernur sumbar Mahyeldi Ansyarullah bersama Anggota DPRD Provinsi Nurna Eva Karmila serta Walikota Bukittinggi yang diwakili oleh Ibnu Asis Wakil Walikota, bersama pucuk penghulu Adat Kurai Limo Jorong.

banner 336x280

Dentuman enam meriam bambu menandai telah dimulainya parade alek nagari berupa pawai alegoris, lomba Ppanitahan, masak tradisi hingga permainan Anak Nagari.

Mahyeldi Ansyarullah gubernur Sumatera Barat membuka sambutannya menyampaikan pantun yang penuh makna, “Pai baburu kadalam ribo, dapek lah ruso patah tanduaknyo, kok niyo manjago warisan budayo, generasi mudo adolah panaruihnyo”

Pergelaran alek permainan anak Nagari dengan melibatkan masyarakat adat kurai menjadi bukti bahwa kalaborasi pemerintah, Legeslatif dan tokoh adat serta masyarakat mampu menghadirkan gerakan pelestarian budaya yang hidup dan relevan dengan generasi muda Sumatera Barat masa kini.

Mahyeldi berharap ivent ini kedepan harus naik kelas dengan menggelar iven yang lebih besar melibatkan kabupaten kota Se sumatera Barat ujarnya.

Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 1600 pelajar SD Sekolah Dasar, Setingkat SLTP dan SLTA se Bukittinggi, menampilkan perlombaan Panitahan, Pawai anak Nagari, lomba memasak makanan khas asal Bukittinggi, sedangkan dilapangan terbuka juga di berlangsung pacu sayak, potok lele, cak bua hingga main batu kampar, permainan congklak dan lore dan juga diminanti para pelajar perempuan sekolah dasar.

Kegiatan dalam rangka menyongsong 100 tahun Jam Gadang ini berlangsung satu hari penuh didukung melalui dana pokok pikiran anggota DPRD Sumbar Hj Nurna Eva Karmila.

Ibnu Asis Wakil Walikota Bukittinggi menyampaikan kegembirannya atas dukungan semua pihak dalam mengangkat kegiatan budaya dalam rangka pelestarian warisan budaya di Bukittinggi.

Hadir dalam kegiatan ini diantaranya pimpinan lembaga Kerapatan Adat Kurai HS Datuak Sati, ketua LKAM Fery Chofa Dt Tun Muhammad, kepala dinas Kebudayaan Sumbar Syaiful Bahri, Ketua DPRD Bukittinggi H Syaiful Efendi, terlihat juga Hj Yessi Endriani Anggota DPRD Sumbar serta struktur bundo Kanduang serta Persatuan wanita Kurai.

banner 336x280

Komentar