BUKITTINGGI — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bukittinggi mendorong optimalisasi teknologi digital dalam proses pembelajaran dan tata kelola sekolah.
Kepala Diskominfo Bukittinggi, Asrar Fernando, mengatakan digitalisasi pendidikan tidak cukup hanya dengan menyediakan perangkat dan jaringan internet. Kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi juga menjadi faktor penting agar transformasi digital berdampak terhadap kualitas pembelajaran.
“Penguatan digitalisasi pendidikan tidak hanya membutuhkan dukungan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kemampuan sumber daya manusia,” ujar Asrar saat menghadiri workshop digitalisasi pembelajaran SMP negeri dan swasta di Aula Balai Kota Bukittinggi, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, transformasi pendidikan digital membutuhkan kolaborasi pemerintah, sekolah, guru dan pihak terkait. Workshop tersebut digelar melalui kolaborasi Disdikbud, MGMP Informatika, Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA), serta Diskominfo Bukittinggi.
Koordinator Pengawas SMP Disdikbud Bukittinggi, Maswardi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi upaya meningkatkan dan memperbarui kemampuan guru menghadapi perkembangan teknologi.
Ia berharap pemanfaatan teknologi tidak sebatas penggunaan perangkat dan aplikasi, tetapi mampu menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, kolaboratif dan sesuai kebutuhan peserta didik.
Dengan demikian, digitalisasi pendidikan di Bukittinggi diharapkan bermuara pada peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat tata kelola sekolah.





Komentar