Padang – Musyawarah Cabang (Muscab) X Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Sumatera Barat menjadi momentum penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi untuk periode mendatang.
Mengusung tema “Sportif, Tangguh, Kolaboratif: Menghadapi Dinamika Energi, Menyikapi Regulasi, Memperkuat Keberlanjutan”, Muscab X menjadi ruang konsolidasi bagi seluruh anggota untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus merumuskan langkah menghadapi tantangan industri energi.
Salah satu nama yang masuk dalam bursa calon Ketua DPC Hiswana Migas Sumatera Barat adalah Jefri Abidin. Ia bukan sosok baru dalam organisasi tersebut.
Sebelum masuk dalam bursa pencalonan, Jefri telah aktif menjalankan roda organisasi dengan menjabat sebagai Sekretaris DPC Hiswana Migas Sumbar, mendampingi Ketua petahana, Ridwan Hosen.
Pengalaman tersebut memberinya keterlibatan langsung dalam dinamika organisasi serta berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha di sektor hilir minyak dan gas bumi.
Di luar aktivitas organisasi, Jefri juga merupakan pelaku usaha di bidang transportasi energi dan keagenan melalui PT Jaya Nusa Niaga. Aktivitas bisnis tersebut membuatnya bersentuhan langsung dengan dinamika distribusi energi dan keberlangsungan usaha di sektor migas.
Sementara itu, anggota Hiswana Migas Sumbar sekaligus pengusaha SPBU, Khadafi Azwar, menilai Muscab X menjadi momentum penting bagi seluruh anggota untuk memperkuat kebersamaan dan menentukan arah organisasi ke depan.
Menurutnya, tantangan usaha di sektor migas semakin dinamis, mulai dari perubahan regulasi, tuntutan peningkatan pelayanan kepada masyarakat, hingga upaya menjaga keberlanjutan usaha para anggota.
“Ke depan, Hiswana Migas harus semakin solid, mampu membangun komunikasi dan kolaborasi yang baik, serta responsif terhadap berbagai perubahan regulasi. Organisasi ini harus menjadi wadah yang benar-benar mampu memperjuangkan aspirasi dan kepentingan seluruh anggotanya,” ujar Khadafi.
Terkait munculnya sejumlah nama dalam bursa calon Ketua DPC Hiswana Migas Sumbar, Khadafi berharap seluruh proses Muscab berlangsung sportif dan tetap mengedepankan persatuan.
“Siapa pun yang nantinya mendapat amanah memimpin organisasi, yang terpenting adalah mampu merangkul seluruh anggota, menjaga kekompakan, dan membawa Hiswana Migas Sumbar semakin baik. Jangan sampai perbedaan pilihan membuat soliditas organisasi menjadi terganggu,” tambahnya.
Ia juga berharap kepemimpinan mendatang mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah, Pertamina, serta seluruh pemangku kepentingan. Hal ini penting untuk menjaga keberlangsungan usaha SPBU dan sektor distribusi energi di Sumatera Barat.
Muscab X Hiswana Migas Sumbar tidak hanya menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum bagi anggota untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi dinamika industri energi, menyikapi perubahan regulasi, dan menjaga keberlanjutan usaha. (***)








Komentar