Polisi Amankan 13 Harley Davidson Pasca Pengeroyokan Prajurit TNI


Bukittinggi, PadangBerita- Polisi mengamankan 13 unit Harley-Davidson dan 1 Unit Yamaha X-Max, sebagai buntut dari pengeroyokan dan penganiayaan terhadap dua prajurit TNI di Bukittinggi oleh anggota klub motor gede (moge) Harley-Davidson. 

"Sementara yang kami amankan 13 unit moge Harley-Davidson dan 1 unit Yamaha X-Max untuk dilakukan pengecekan surat kendaraan motor tersebut dan untuk pengecekan saya berkoordinasi dengan kasat lantas," kata Kasat Reskrim Polres Bukittinggi, AKP Chairul Amri Nasution, saat dimintai konfirmasi, Sabtu (31/10/2020).

Polisi ingin mengecek kelengkapan surat-surat dari motor mewah tersebut. Pihak Reskrim berkoordinasi dengan Satlantas.

Dia mengatakan saat ini penyidik juga masih memeriksa dua tersangka berinisial MS (49) dan B (18). Diketahui, keduanya ditahan di Polres Bukittinggi setelah ditetapkan sebagai tersangka.

"Sementara masih dua (tersangka). Dan ini saya sedang kumpulkan penyidik untuk hasil penyidikan lanjut," kata AKP Chairul.

Kedua anggota HOG SCB tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi menemukan bukti-bukti awal bahwa keduanya terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap prajurit Intel Kodim 0304/Agam.

"Pelaku yang sudah pasti terbukti melakukan tindak pidana 170 (KUHP tentang pengeroyokan) sesuai alat bukti dan keterangan saksi," kata Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara, saat dikonfirmasi, Sabtu (31/10).

Peristiwa pengeroyokan terjadi pada Jumat (30/10) sekitar pukul 17.00 WIB. Kasus bermula dua anggota TNI berpangkat serda menepikan kendaraan mereka saat konvoi moge melintas. Ternyata ada rombongan konvoi yang tertinggal dan mengendarai motor secara arogan hingga membuat sepeda motor dua prajurit TNI keluar dari bahu jalan.

Singkat cerita, terjadi cekcok mulut saat prajurit TNI menyetop dan menanyakan maksud konvoi moge itu memotong jalannya. Akhirnya terjadi pemukulan terhadap dua anggota intel Kodim 0304/Agam.

Atas peristiwa ini, HOG SBC mengakui ada kekeliruan atas insiden pengeroyokan yang mengakibatkan dua orang prajurit TNI tersebut luka-luka. HOG SBC juga menyampaikan permohonan maaf atas kasus tersebut.

Meski demikian, polisi sudah menetapkan dua orang pengendara dan pelaku pengeroyokan sebagai tersangka. Kedua tersangka bernisial MS dan B, dan kini ditahan di Rutan Markas Polres Kota Bukittinggi. MS dan B dikenakan pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap seseorang. Keduanya terancam hukuman lima tahun penjara.**


Bagikan



Berita lainnya

Safari Ramadhan; Zarfi Deson Bawa Bantuan Pemprov Sumbar ke Masjid Ibrahim Nyiur Gading Kambang

Kambang -- Wali Nagari Kambang Irmawardi mengatakan kunjungan muhibah anggota DPRD Provinsi Sumbar, Zarfi Deson, SH selaku Tim Safari Pemerintah ...


Zarfi Deson Kunjungi Masjid Istiqomah Padang Rubiah Kambang

Kambang -- Masyarakat Padang Rubiah, Kenagarian Kambang Barat beserta jajaran pemerintahan di Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan ...


Dihadiri Dua Mantan Bupati, Hari Jadi Pesisir Selatan Diperingati Secara Sederhana Dalam Rapat Parip

Painan,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, (DPRD)  Pesisir Selatan, menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kabupaten ...