Hingga November, Terjadi 21 Kecelakaan Kereta di Sumbar


Padang, PadangBerita - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat, hingga akhir November 2020 terjadi 21 kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api. Dalam kecelakan tersebut,  5 orang meninggal dunia, sementara tiga lainnya tercatat mengalami luka-luka.

“Catatan kami, sampai akhir November ada 21 kecelakaan di perlintasan sebidang.  Lima orang meninggal dunia,” kata Humas PT KAI Divisi Regional II,  Ujang Rusen Permana, usai Sosialisasi Keselamatan di Perlintasan Sebidang di Kota Pariaman, Jumat (4/12/2020).

Dibanding periode yang sama tahun 2019, terjadi penurunan dari sisi jumlah kasus kecelakaan maupun korban kecelakaan. November 2019 tercatat ada 24 kasus, dengan 8 orang meninggal dunia. Meski demikian, menurut Rusen, banyaknya kecelakaan yang terjadi  menunjukkan masih rendahnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di perlintasan sebidang kereta api. 

“Kita semua berharap tidak ada lagi kejadian kecelakaan di perlintasan sebidang. Untuk itu, kami selalu mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menaati rambu-rambu yang ada serta lebih waspada saat akan melintasi perlintasan sebidang kereta api,” kata dia.

Kecelakaan di Divre II banyak terjadi pada perlintasan sebidang liar meskipun di lokasi sudah terdapat rambu-rambu lalu lintas bahkan ada penjagaan swadaya oleh masyarakat. Menurut Rusen, hal ini menandakan masih rendahnya disiplin masyarakat pengguna jalan saat akan melewati perlintasan kereta api.

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa, pihak PT KAI Divisi Regional II terus mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat.  Sosialisasi melibatkan Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Barat, Dinas Perhubungan, Kepolisian, dan Jasa Raharja. 

Rusen menyayangkan perilaku masyarakat yang masih tidak menaati rambu-rambu lalu lintas yang dapat merugikan dirinya maupun orang lain.

Sesuai UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124 menyatakan pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

Rusen mengatakan kecelakaan di perlintasan sebidang tidak hanya merugikan pengguna jalan tapi juga merugikan KAI dari segi biaya perawatan kerusakan sarana dan menjadi penyebab keterlambatan penumpang sampai di tujuan.

“Sekali lagi kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi seluruh rambu-rambu yang ada, berhenti sebelum melintas, serta tengok kanan dan kiri terlebih dahulu. Hal ini harus menjadi budaya pada masing-masing pengguna jalan demi keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan para pengguna jalan itu sendiri,” kata Rusen lagi.**


Bagikan



Berita lainnya

Dihadiri Dua Mantan Bupati, Hari Jadi Pesisir Selatan Diperingati Secara Sederhana Dalam Rapat Parip

Painan,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, (DPRD)  Pesisir Selatan, menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kabupaten ...


Semarak Hari Bakti Rimbawan di Sumbar, Dishut Giatkan Penanaman di Puncak Gunung Singgalang dan Pan

Padang -- Semarakan peringatan Hari bakti Rimbawan Tahun 2021, di Provinsi Sumatera Barat, Dinas Kehutanan Sumbar selain melaksanakan penanaman ...


Tim Pickleball Sumbar Cetak Prestasi dan Ukir Sejarah Mengejutkan di Kejurnas 2021

Padang -- Revolusi ala Tarmizi Mawardi, pengembang cabang olahraga Pickleball Sumatera Barat tadinya tidak diperhitungkan mampu membuat kejutan. ...