Dibalik Pengeroyokan Prajurit TNI di Bukittinggi, ada Kisah Berani Emak-emak


Bukittinggi, PadangBerita - Ada kisah keberanian ibu-ibu atau amak-amak yang mencoba melerai saat anggota klub Moge Harley Owners Group Siliwangi Bandung Chapter HOG SBC) diduga mengeroyok 2 prajurit TNI di Bukittinggi. Bagaimana ceritanya?

 

Keberanian amak-amak itu terungkap berdasarkan rekaman CCTV di lokasi pengeroyokan. Saat itu, wanita yang belakangan diketahui bernama Sri Hartina (57) itu terlihat berhenti dan mencoba melerai pengeroyokan.

 

Komandan Kodim (Dandim) 0304/Agam, Letkol Arh Yosip Brozti Dani, kemudian mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada wanita asal Agam, Sumatera Barat itu. Dia menyebut Sri terlihat refleks untuk melerai pengeroyokan.

 

"Kami tentu saja sangat berterima kasih kepda Ibu Sri, yang secara refleks berusaha melerai pengeroyokan itu. Saya mengucapkan terima kasih, karena ibu itu ada di TKP, berhenti di situ dan secara refleks berusaha melerai," kata Yosip, Kamis (5/11/2020).

 

Dia bersyukur Sri datang dan melerai pengeroyokan. Menurutya, aksi Sri itu mencegah anggota TNI mengalami cedera yang lebih parah.

 

"Beliau turun langsung, sehingga Alhamdulillah penganiayaan berhenti, sehingga anggota kami terhindar dari cedera yang lebih parah lagi," ucapnya.

 

Yosip telah bertemu dengan Sri dan keluarganya. Dia mengatakan telah menyampaikan terima kasih secara langsung kepada Sri.

 

Peristiwa pengeroyokan ini terjadi pada Jumat (30/10) sekitar pukul 17.00 WIB. Kasus bermula dua anggota TNI berpangkat serda menepikan kendaraan mereka saat konvoi moge melintas. Ternyata ada rombongan konvoi yang tertinggal dan mengendarai motor secara arogan hingga membuat sepeda motor dua prajurit TNI keluar dari bahu jalan.

 

Singkat cerita, terjadi cekcok mulut saat prajurit TNI menyetop dan menanyakan maksud konvoi moge itu memotong jalannya. Akhirnya terjadi pemukulan terhadap dua anggota intel Kodim 0304/Agam.

 

Atas peristiwa ini, HOG SBC mengakui ada kekeliruan atas insiden pengeroyokan yang mengakibatkan dua orang prajurit TNI tersebut luka-luka. HOG SBC juga menyampaikan permohonan maaf atas kasus tersebut.

 

Meski demikian, polisi sudah menetapkan lima orang pengendara dan pelaku pengeroyokan sebagai tersangka. Kelimanya  kini ditahan di Rutan Markas Polres Kota Bukittinggi. MS dan B dikenakan pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap seseorang dan terancam hukuman lima tahun penjara.**


Bagikan



Berita lainnya

Dihadiri Dua Mantan Bupati, Hari Jadi Pesisir Selatan Diperingati Secara Sederhana Dalam Rapat Parip

Painan,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, (DPRD)  Pesisir Selatan, menggelar rapat paripurna istimewa dalam rangka Peringatan Hari Jadi Kabupaten ...


Semarak Hari Bakti Rimbawan di Sumbar, Dishut Giatkan Penanaman di Puncak Gunung Singgalang dan Pan

Padang -- Semarakan peringatan Hari bakti Rimbawan Tahun 2021, di Provinsi Sumatera Barat, Dinas Kehutanan Sumbar selain melaksanakan penanaman ...


Tim Pickleball Sumbar Cetak Prestasi dan Ukir Sejarah Mengejutkan di Kejurnas 2021

Padang -- Revolusi ala Tarmizi Mawardi, pengembang cabang olahraga Pickleball Sumatera Barat tadinya tidak diperhitungkan mampu membuat kejutan. ...