Kejurwil Resmi Dimulai, Khairuddin Simanjuntak: Momentum Lahirkan Atlet Karate Berprestasi

banner 468x60

Payakumbuh – Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) FORKI Open se-Sumatera Tahun 2026 resmi dimulai di GOR Politani Payakumbuh, Jumat (10/7/2026).

Meskipun pembukaan resmi baru akan digelar pada Sabtu (11/7/2026), sejumlah nomor pertandingan telah lebih dahulu dilaksanakan untuk memastikan seluruh rangkaian kejuaraan berjalan sesuai jadwal.

banner 336x280

Ketua Umum FORKI Sumatera Barat, Khairuddin Simanjuntak, menegaskan Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) FORKI Open se-Sumatera Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi menjadi momentum penting untuk melahirkan atlet-atlet karate berprestasi yang siap bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

“Kejuaraan ini merupakan bagian dari komitmen FORKI Sumatera Barat dalam membangun pembinaan atlet secara berkelanjutan. Prestasi tidak lahir secara instan, tetapi melalui latihan yang konsisten dan kompetisi yang rutin. Karena itu, kami terus membuka ruang bagi atlet untuk mengukur kemampuan mereka melalui kejuaraan seperti ini,” ujar Khairuddin.

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Sumbar itu mengaku bangga melihat tingginya antusiasme peserta.

Sejak hari pertama, GOR Politani dipadati atlet, pelatih, official, wasit, juri, serta rombongan kontingen dari berbagai kabupaten, kota, perguruan, dojo, dan klub karate di Pulau Sumatera.

“Ramainya peserta menunjukkan bahwa karate terus berkembang dan mendapat tempat di tengah masyarakat. Ini menjadi energi positif bagi FORKI Sumatera Barat untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus penyelenggaraan kejuaraan yang lebih baik setiap tahunnya,” katanya.

Khairuddin menjelaskan, Kejurwil FORKI Open juga menjadi sarana evaluasi hasil pembinaan yang selama ini dilakukan di daerah masing-masing.

Melalui pertandingan yang kompetitif, atlet dapat menguji kemampuan teknik, mental bertanding, serta kedisiplinan sebelum menghadapi event dengan level yang lebih tinggi.

“Kami ingin Sumatera Barat memiliki stok atlet yang kuat di semua kelompok umur. Dari usia dini hingga senior harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Regenerasi atlet menjadi perhatian utama FORKI, sehingga prestasi karate Sumatera Barat dapat terus terjaga,” jelasnya.

Selain mengejar prestasi, Khairuddin mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas yang menjadi roh olahraga karate.

“Menang atau kalah adalah hal yang biasa dalam pertandingan. Yang lebih penting adalah bagaimana atlet mampu menunjukkan disiplin, menghormati lawan, mematuhi keputusan wasit, dan menjaga persaudaraan. Nilai-nilai itulah yang ingin terus kita tanamkan melalui setiap kejuaraan,” tegasnya.

Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari ini mempertandingkan berbagai nomor kata dan kumite mulai dari kelompok usia dini, pra pemula, pemula, kadet, junior hingga senior.**

banner 336x280

Komentar