Kecam Pernyataan ‘Presiden Pakak’ oleh Presma Unand, GMNI Sumbar : Tidak Beretika dan Prematur

banner 468x60

 Padang – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sumatera Barat, Muhammad Yusra ikut merespon pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Andalas (Unand) baru-baru ini.

Yusra secara tegas menolak dan menyayangkan penggunaan istilah “Presiden Pakak” yang dialamatkan kepada kepala negara.

banner 336x280

Menurut Yusra, kritik merupakan hak konstitusional mahasiswa, namun penyampaiannya harus tetap menjaga marwah intelektual dan etika kesantunan.

Ia menekankan diksi yang digunakan oleh Presma Unand cenderung mengarah pada penghinaan personal daripada kritik kebijakan yang substantif.

“Kami di GMNI Sumbar memandang bahwa pernyataan tersebut sangat tidak elok. Sebagai representasi mahasiswa dari kampus sebesar Unand, seharusnya kritik yang dibangun berlandaskan basis data dan kajian mendalam, bukan serangan verbal yang kasar,” ujar Yusra.

Yusra memaparkan beberapa poin keberatannya terhadap narasi “Presiden Pakak” tersebut:

“Mahasiswa seharusnya menjadi contoh dalam demokrasi yang sehat. Penggunaan istilah kasar justru memperburuk citra gerakan mahasiswa di mata publik.,” katanya.

Ia juga menilai narasi yang emosional seringkali mengaburkan substansi masalah yang ingin dikritik. Bukannya fokus pada solusi atau debat kebijakan, perhatian publik justru beralih pada kegaduhan kata-kata.

Sebagai mahasiswa yang menempuh pendidikan di tanah Minang, Yusra mengingatkan pentingnya filosofi *Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah*, yang menjunjung tinggi etika berbicara dan tata krama (tau di nan ampek)

Menutup pernyataannya, Muhammad Yusra mengajak seluruh elemen aktivis mahasiswa di Sumatera Barat untuk kembali ke jalur perjuangan yang elegan.

“Kita punya tanggung jawab moral sebagai *agent of change*. Mari kita lawan kebijakan yang tidak pro-rakyat dengan argumentasi yang kuat, aksi yang terukur, dan intelektualisme, bukan dengan cacian. GMNI Sumbar akan tetap konsisten mengawal kebijakan pemerintah, namun dengan cara-cara yang bermartabat,” pungkasnya.**

banner 336x280

Komentar