BUKITTINGGI — Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI, Helvi Yuni Moraza, menegaskan pentingnya kemudahan akses usaha dan perluasan pasar bagi pelaku UMKM pasca Bencana Hidrometrologi Sumatera Barat
Pesan tersebut disampaikan Helvi dalam Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Jumat (9/10/2026). Kegiatan itu dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Direktur Operasional Bank Nagari Zilfa Erizon, serta Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias.
Menurut Helvi, pasca bencana hidrometrologi banyak UMKM mengalami tekanan dan berusaha, untuk itu pemerintah melalaui pemerintah pusat memastikan pelaku usaha mikro dapat perhatian dengan kemudahan dan perlindungan usaha mikro melalui dukungan, dan akses yang memadai untuk mengembangkan usahanya
Helvi juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap produk daerah yang belum mampu menembus pasar nasional, pernyataan tersebut menyoroti pentingnya dukungan berkelanjutan bagi pelaku UMKM. Produk lokal tidak cukup hanya memiliki kualitas yang baik, tetapi juga perlu didukung kemasan yang menarik, merek yang kuat, standar produk, serta jaringan pemasaran yang mampu menjangkau konsumen di luar daerah.
Melalui festival tersebut, pemerintah mendorong penguatan ekosistem UMKM yang mencakup kemudahan legalitas, akses pembiayaan, pendampingan usaha, perlindungan, dan perluasan pemasaran.
Penyaluran KUR Nasional Capai Rp147,70 Triliun
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam materi kegiatan, hingga 28 Juni 2026, penyaluran KUR nasional mencapai Rp147,70 triliun kepada 2,32 juta debitur. Realisasi tersebut setara dengan 50,83 persen dari target penyaluran tahun 2026 yang mendekati Rp300 triliun.
Pembiayaan tersebut dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, meningkatkan kapasitas produksi, memperbarui peralatan, dan mengembangkan kegiatan bisnis sesuai ketentuan program. Namun, akses modal perlu berjalan beriringan dengan pendampingan dan kepastian pasar. Tanpa peningkatan penjualan, tambahan kapasitas produksi belum tentu memberikan dampak optimal terhadap pendapatan pelaku usaha.
Kementerian UMKM juga mengembangkan Sistem Aplikasi Pelayanan UMKM atau SAPA UMKM untuk mendukung akses terhadap berbagai layanan, termasuk pendataan, pengembangan kapasitas, legalitas, dan informasi program pemerintah.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menekankan pentingnya memperkuat UMKM daerah melalui kemudahan legalitas, peningkatan kualitas produk, sertifikasi halal, dan perluasan akses pembiayaan.
Dalam paparannya, Mahyeldi menyebut penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) di Sumatera Barat telah mencapai sekitar 3.000. Ia juga berharap semakin banyak pelaku UMKM memenuhi persyaratan sertifikasi halal agar produk mereka memiliki peluang pemasaran yang lebih luas.
Selain itu, Mahyeldi menyampaikan angka penyaluran KUR di Sumatera Barat sekitar Rp6,5 triliun, dengan jumlah yang disebut mendekati Rp8 triliun.
Menurutnya, dukungan pembiayaan harus diikuti pembukaan akses pasar sehingga pelaku UMKM dapat meningkatkan penjualan dan memperkuat keberlanjutan usahanya.
Sementara itu, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyampaikan Bukittinggi memiliki potensi perdagangan dan pariwisata yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk memasarkan kuliner, kerajinan, feshion, suvenir, serta berbagai produk khas daerah.
Karena itu, pengembangan UMKM perlu dihubungkan dengan sektor pariwisata, termasuk melalui promosi produk lokal dan kerja sama dengan pelaku perhotelan, perdagangan, serta usaha perjalanan wisata.
Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro ini menjadi momentum memperkuat sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perbankan dalam mendorong pertumbuhan UMKM.
Penguatan usaha mikro diharapkan tidak hanya diukur dari jumlah kegiatan pembinaan atau besarnya pembiayaan yang disalurkan, tetapi juga dari peningkatan omzet, perluasan pasar, keberlanjutan usaha, dan terbukanya lapangan kerja.
Dengan dukungan yang tepat, produk lokal Sumatera Barat diharapkan mampu menjangkau pasar nasional sekaligus memperkuat kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.





Komentar